Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu, menambah nikmatnya malam syahdu... Karena hujan yang turun terus menerus (deres pula) bikin kedinginan, bikin galau, bikin mager, dan bikin ngantuk. Gue akan mencoba menghangatkan suasana dengan bercerita *applause*. Kali ini bercerita tentang jealous. Selamat menikmati !
Hari Sabtu kemaren, gue sekeluarga diundang buat dateng ke resepsi pernikahan senior di SMA sekaligus tetangga gue. Tetangga gue itu cewe, kira-kira enam tahun lebih tua dari gue. Dia lulusan salah satu PTN ternama di pulau Jawa. Secara fisik, mungkin dia termasuk agak 'di bawah rata-rata' (sorry if this rude, tapi kebanyakan orang mendeskripsikan kriteria 'rata-rata' seperti... you know lah -__-), walaupun begitu, dia beruntung mendapat pasangan hidup yang sukses, mandiri, religius dan... KAYA. Suaminya ini lulusan PTN terkenal di Bandung jurusan pertambangan. Di usia nya yang masih cukup muda, ia telah bekerja tetap (dengan penghasilan lumayan tentunya :p) *matre*, sudah punya rumah sendiri di kawasan BSD, dan memiliki mobil yang dibeli menggunakan penghasilan sendiri. Wow O.O !
Singkatnya, acara hari Sabtu minggu lalu itu digelar di daerah Jakarta Pusat. Dari situ gue baru ngeh kalo babenya si penganten pria ini pejabat ! (ada ucapan selamat dari Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama/Ahok) Acara berjalan meriah. Acara dihadiri oleh keluarga, kerabat, tetangga, kolega dan teman-teman mempelai pria & wanita. Makanan yang disajikan juga enak-enak *biasa anak kos nyari gratisan, huehehehehe*, Sebagai pelengkap acara juga dimeriahkan oleh hiburan
Di setiap acara pernikahan, selain makan-makan tentu ada acara salaman & foto bersama. Satu-persatu tamu yang datang berbaris untuk memberi selamat kepada kedua mempelai. Beberapa tamu yang merupakan kolega dan teman-teman pengantin juga berfoto bersama
Tetapi, saat teman-teman SMA mempelai wanita mendapat giliran untuk salaman, gue melihat 'pemandangan' yang menurut sudut pandang gue ganjil. Biasanya kan kalo orang salaman itu ekspresinya seneng, gembira, dll . Walaupun ada yang cengo/cuek bebek (biasanya kalo yang ini sih, anak kecil/remaja labil yang cuma ngikut ortu nya aja, mereka fokusnya 'berburu' makanan). Yang gue tangkep disini, justru ekspresi yang menurut gue labih parah daripada cengo/cuek/males. Teman-teman SMA mempelai wanita tersebut, menampilkan ekspresi jealous yang sangat kentara. Saking kentaranya, jangankan menjabat tangan dan mengucapkan selamat. Tersenyum dan menatap wajah mempelai wanita saja tidak. Mereka melakukan itu bukan hanya terhadap mempelai wanita, tetapi juga kepada kedua orang tua mempelai wanita. Tentu saja hal ini membuat mempelai wanita merasa (sedikit) kecewa.
Saat foto bersama, teman-teman SMA mempelai wanita yang merupakan golongan cewe badai (istilah untuk wanita-wanita sexy calon istri idaman -___-, karena mereka memiliki kriteria berkulit putih, berambut panjang di highlight, tingginya sedang, dan beberapa diantaranya cukup 'berisi' -___-) menciptakan suasana yang berisik layaknya ABG labil yang sedang foto-foto narsis *norak abis* . Selain annoying, mereka juga berlaku 'gatel' dengan cara berpose senderan ke mempelai laki-laki tanpa mempedulikan yang lain. Cewe-cewe badai ini juga merangkul mempelai pria dengan mesranya tanpa peduli sekitarnya. Sementara para cewe badai sibuk flirting, teman-teman SMA mempelai wanita yang laki-laki juga menunjukkan sikap tak menyenangkan dengan menampilkan ekspresi wajah merendahkan mempelai wanita.
Kesimpulan yang gue tarik dari kejadian itu : Cewe-cewe badai itu merasa jealous dan menganggap seorang pria sesukses itu tidak pantas bersanding dengan perempuan 'di bawah rata-rata' seperti sang mempelai wanita. Menurut mereka, pria sesukses itu pantasnya berpasangan dengan wanita-wanita hot seperti Aura kasih, Nabila JKT 48, dsb. Seharusnya, cewe-cewe badai itu harus bersikap realistis, bersikap lapang dada & bersopan santun. Kalo merasa gak berkenan, mending gak usah dateng. Mentok-mentok dateng lah, tapi bersikap 'netral' aja lah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar