snmptn

snmptn
contoh

Kamis, 16 Januari 2014

Tips Menghadapi SNMPTN (Undangan)

Hoaahhm... pagi semua (JWU) ! Sebenernya ini postingan pertama gue. Pasti pada bingung kan kenapa gak ada angin gak ada ujan gue tiba-tiba nulis ? :p . Sebenernya cuma iseng-iseng aja, mengingat gue akan jadi 'pengangguran' sampe tanggal 9 Februari nanti. Gue coba-coba tulis-menulis sambil mengisi waktu karena ke gabut an ini :D

Okay, langsung aja masuk ke topik. Well, topiknya emang terkesan berat dan membosankan. Mengingat ini udah bulan Januari, saat sekolah-sekolah 'sibuk' mengisi PDSS, dan segala tetek bengek lainnya, gue mau kasih saran buat kalian (anak-anak SMA tingkat akhir) yang masih galau memilih dan menentukan jurusan kuliah nanti.

Buat para pejuang PTN, ini dia saran-sarannya ! *drum rolling*

1. Ketahui Minat, Bakat, Passion dan Cita-cita kamu
Poin pertama ini tujuannya agar kalian merasa enjoy ketika kuliah nantinya. Misalnya : Ayu sangat senang menggambar & mendekor sesuatu, saking senengnya buku pelajarannya pun tak luput dari gambar-gambar buatannya. Ketika menggambar ia seolah-olah lupa waktu dan gak mengeluh sebanyak apa pun gambarnya. dari ilustrasi di atas, bisa ditarik kesimpulan : Jurusan yang cocok buat kuliah Ayu kedepannya nanti adalah : FSRD, Arsitektur, Arsitektur Interior, Desain Produk, DKV, Seni Rupa, Teknik Sipil, dll. Buat yang masih bingung menetukan passion, kalian bisa ikut psikotes (Harus dari lembaga yang terpercaya tapi), talent mapping test, konsultasi, dll. Tapi jangan sekali-kali konsul ke dukun/peramal, loh (Just Kidding, LOL)

2. Cari informasi sebanyak-banyak nya tentang jurusan yang kamu inginkan
Lah, buat apaan ? Bukannya jurusan A di setiap PTN itu sama aja ya?  Belum tentu juga, sih. Soanya tiap PTN punya core competency yang beda untuk setiap jurusannya. Contohnya, jurusan Psikologi di UI sama Psikologi UNPAD. Kalo di UI ujiannya IPS kalo di UNPAD ujiannya IPA. Dari situ kan udah ketauan apa yang bakal dipelajarin nantinya juga beda. Ini penting diperhatikan agar kalian tidak menyesal nantinya, hehehe. Informasi ini bisa kalian dapat di Internet, Alumni, Brosur, dll.

3. Sesuaikan pilihan jurusan berdasarkan kemampuan akademis kalian
Jurusan-jurusan teknik seperti Teknik Sipil, Teknik Pertambangan, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Perminyakan pasti membutuhkan kemampuan Matematika, Fisika, Bahasa Inggris yang tinggi agar bisa menempuhnya. Bagi kalian yang merasa 'kurang' di mata pelajaran penunjang jurusan yang kalian inginkan, sebaiknya kalian mengubah pilihan kalian. Why ? Karena saat kuliah nanti akan bertemu dengan pelajaran-pelajaran yang semakin kompleks dan rumit (mayoritas mata kuliah wajib fakultas/jurusan). Kalau kalian banyak tidak lulus dalam mata kuliah wajib tersebut, kalian bisa berakhir dengan DO ! (Hiiii...). Tapi, kalau kalian masih 'saklek' memilih jurusan tersebut, kalian harus mencicil belajar mulai sekarang agar saat kuliah tidak tertinggal

4. Jangan memilih jurusan secara 'ngasal'
Contohnya : Awalnya, Aji ingin masuk FKUI. Tapi, temen sekelasnya Marie, yang selalu rangking 1 dan punya segudang prestasi juga ingin masuk FKUI, Aji akhirnya merasa jiper dan mengurungkan niatnya masuk FKUI dan banting setir memilih jurusan Fisika UI, dengan alasan yang penting diterima. DON'T DO THAT, GUYS !! Kalau kalian punya minat & kemampuan mumpuni di bidang tersebut sih fine-fine aja. Tapi kalo gak ? Mending gak usah lah yaauuw.. daripada ketika kalian sudah diterima dan kuliah di sana terus kalian gak suka terus keluar kan repot urusannya -__-. Daripada nyesel nantinya mending tetap pada pendirian kalian untuk memiih jurusan keinginan kalian. Bisa jadi kalian hoki terus diterima. Who Knows ? ;)

5. Jangan (terlalu) terpengaruh omongan teman/guru
Boleh saja menjadikan mereka sebagai referansi. Tapi tetep waspadalah ! waspadalah ! Gak semua temen itu nyaranin dengan tulus, guys. Ada yang sengaja MT (makan temen) karena takut kesaingan ! Contohnya ; Si Bryan mau ambil jurusan Hubungan Internasional UGM. Amin, temennya yang gak mau kesaingan akhirnya nyaranin dia buat ambil HI UNHAS (ckckck). Guru/KepSek sendiri pasti ingin seluruh siswa/i nya di terima di PTN. Karena persaingan di PTN-PTN favorit sangat ketat sementara kuota nya sedikit, biasanya mereka mengarahkan siswa/i nya untuk memilih PTN yang kurang favorit agar lebih mudah diterima. Contohnya : Bejo ingin Kuliah di Teknik Material ITS. Peringkat Bejo di sekolah tidak bagus. Di sekolahnya sudah ada 7 orang yang memilih Teknik Material ITS. Karena galau, Bejo akhirnya konsultasi ke Pak Tarno, wali kelasnya. Akhirnya, Pak Tarno menyarankan Bejo untuk memilih Teknik Metalurgi UNTIRTA. Kalo begini kan susah atuh, belum tentu di sana dia akan 'srek' bukan ?

6. Tetep Rajin Belajar !
Jangan terlalu berharap sama SNMPTN ! Ini buat antisipasi kalo kalian gak lolos, jadi tetep belajar buat SBMPTN, USM ITB, SIMAK UI, SMUP UNPAD, dll. Kalo belajar sendiri (tanpa bimbel) carilah variasi soal sebanyak-banyaknya dan ciptakan lingkungan yang 'steril' agarlebih fokus. Kalo pake jasa bimbel, rajin-rajinlah bertanya kalao tidak mengerti (kan udah bayar, masa gak ngerti apa-apa ? hehehe). Jangan keseringan melakukan kegiatan yang tidak berguna seperti : nonton naga indosiar, nonton YK*, galau di twitter,  Nge-track, apalagi tawuran

7. Sesuaikan dengan kondisi keuangan ortu
Sebagai anak, udah kewajiban kita buat menghargai & membahagiakan ortu, termasuk ketika kita ingin melanjutkan studi. Jika kalian ingin kuliah di jurusan yang banyak pengeluaran seperti DKV, Desain Produk, Kedokteran, Arsitektur, Kedokteran Gigi, pastikan ortu kalian punya cukup biaya. Karena jurusan-jurusan tersebut membutuhkan alat-alat praktikum yang MAHAL. Begitupun kalo kalian ingin kuliah di luar kota. Biaya kos, transportasi, dll juga harus diperhitungkan. Jangan sampai kalian memilih kuliah di jurusan yang mahal di luar kota, sehingga ortu kalian harus mencari pinjaman uang sana-sini.

8. Berdoa & Rajin Ibadah
Last but not least. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Agar usaha kita lebih maksimal, lebih baik jika diiringi dengan doa. Buat yang Islam perbanyak solat, puasa, mengaji, sedekah. Yang Catholic/Kristen jangan malas dateng misa/kebaktian.  SNMPTN lebih banyak faktor hoki dibanding faktor-faktor lain. Contohnya : Adit yang biasa-biasa saja tanpa prestasi lain-lain dapat diterima di Akuntansi UI mengalahkan Yessi yang selalu ranking 10 besar dari kelas X-XII. Kalau seperti ini faktor hoki kan ? Hehehehe

Ya begitulah beberapa tips dari gue. Semoga bermanfaat. Keep Calm and Stay Motivated, Guys :) !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar